Jumat, 13 Maret 2009

My Diary

Feb 26th, 2006

aq bergetar ketika kau membawaku ke jalanan.aq meyaksikan kakiku telah menjadi milik seseorang,seseorang yang pikirannya tidak kacau,seseorang yg yakin akan arah langkahnya

hatiku menyanyi,karena hatiku tahu ke mana perjalanannya itu,kita berjalan ke samudra.sambil bergandengan tangan,membakar jalan2 ke puncak gunung dan lembah ngarai

aq telah tahu kejatuhanku,walau itu tersembunyi dalam diriku

ada kengerian dan kegilaan dalam pandangan yg secepat kilat dari tepi jurang,tapi pada bagian lain diriku meraasakan hembusan angin dari bawah,sehingga menyejukkan wajahku dan membelaiu-belai rambutku,sekarang untuk pertama kalinya aq berani melongok ke dalam tebing itu

aq menoleh utk melihat orang2 yg ada di sekitarku,aq melihat ketidaksukaan dan kegeraman orang2 yg menggapai panggilan samuddera

kau telah membawaku ke tebing jurang ini.dan kini kau mengajakku menempuh langkah berikutnya.langkah itu satu2nya langkah yg dapat aq lakukan.langkah yg dpt membawaku pada langkah2 yg mungkin langkah seumur hidup

aq melangkah maju,hampir pasti berarti kematian atau kegilaan .itu jg berarti mengubah segalanya serta milikku yg sangat berharga.seluruh hidupku tidak aad artinya lagi.lebur dlm satu saat ini.yakni saat seluruh mahluk di dunia menunggu takdirnya

aq tidak bisa terus.tapi kata2 ku menjadi parau,sehingga nyeri tak terdengar ,kakiku sekujur tubuhku bergerak ketepi jurang,hatiku menangis minta di lepaskan.aq melihat diriku ,tubuhku sudah tidak llagi di bawah kontrol diriku.ada tangan yg menyentuh bagian tengah punggungku dan aq merasa aluynan gelombang kebahagiaan yg dahsyat berada di samping orang yg memegangnya.bahkan sebelum aq tau dia telah berlalu.aku jatuh

aq belum pernah mengalami yg seperti ini,bahkan dlm percintaan pada manusia belum pernah ku merasakan kemabukan yg sdemikian rupa.kini kepedihan telah berubah menjadi kebahagiaan dan kebahagiaan menjadi penderitaan,aq telah terbakar,hangus,dan muncul seseorang yg baru,mahluk tanpa nama

tanpa wajah

di balik cahaya mempesona
(By : Jalaludin Rumi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar