Ditulis oleh Orang Aneh di/pada 14 Agustus 2009
Saat membacanya di Google, saya tertawa terbahak-bahak...mudah-mudahan ini bisa di jadikan penyegar di kala stress ya????
# langsung aja
Ir. Soekarno, Presiden Pertama RI
# Siapa saja yang mencoba melawan, akan saya gebuki.
Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Negarawan, Ulama, Presiden ke-4 RI
# Nabi saja seorang pemimpin, tapi nggak sarjana kok.
Mark Twain,Penulis
# Saya tidak suka dengan perkelahian. Bila saya memiliki musuh, saya akan memaafkannya, mengajaknya ke tempat yang tenang, baru menghabisinya di sana .
Ann Landers,Kolumnis
# Bisnis ? Caranya mudah sekali: gunakan saja uang orang lain.
Angie Dickinson, Aktris
# Saya berbusana agar dilihat wanita, dan menanggalkan busana agar dilihat pria.
Albert Einstein, Fisikawan
* Bila Anda berhutang 100 Dollar, andalah yang pusing. Tapi bila Anda berhutang 100 juta Dollar, bank yang akan pusing.
Herbert Hoover, Presiden AS ke -31
* Ternyata bertemu penjual asuransi jiwa adalah lebih buruk daripada kematian itu sendiri.
T.S. Eliot,Penulis
* Penulis yang masih muda, meniru. Penulis yang sudah berpengalaman, mencuri ide.
Agatha Christie, Novelis Misteri
* Kolektor barang antik adalah suami yang paling baik, karena semakin tua istrinya, semakin ia mencintainya.
Alfred Hitchcock, Sutradara Film Misteri
* Jangan pernah meminjamkan buku karena tidak akan pernah dikembalikan. Buku-buku di perpustakaan saya semuanya adalah hasil pinjaman.
Voltaire,Filsuf
* Apabila kita bicara soal uang, maka semua orang sama agamanya.
D.H. Lawrence,Penyair
* Politisi tidak pernah percaya akan ucapan mereka sendiri, karena itulah mereka sangat terkejut bila rakyat mempercayainya.
Thomas Alva Edison, Penemu
* Semua orang memuji-muji surga, tapi tidak ada yang mau pergi ke sana sekarang juga.
Don Marquis,Kolumnis
* Orang yang munafik adalah orang yang hey, siapa sih yang tidak munafik.
Benjamin Franklin, Negarawan
* Kematian satu orang adalah tragedi, kematian jutaan orang adalah statistik.
Will Rogers ,Pelawak Politik
* Alangkah beruntungnya penguasa bila rakyatnya tidak bisa berpikir.
* Aku tidak perlu berpikir karena aku adalah pegawai pemerintah.
Clement Attlee, Perdana Menteri Inggris
Demokrasi adalah pemerintahan yang diisi dengan banyak diskusi, namun demokrasi hanya efektif bila engkau mampu membuat orang lain tutup mulut.
Entri ini dituliskan pada 14 Agustus 2009 pada 7:18 PM dan disimpan dalam Tulisan, aneh, belive or not. Bertanda: aneh, dunia, FAKTA, kat mutiara, kata, kata mutiara, Kehidupan, langka, mutiara, pemimpin, pengetahuan, unik. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan atas artikel ini melalui RSS 2.0 pengumpan. Anda bisa tinggalkan tanggapan, atau lacak tautan dari situsmu sendiri.
kawan-kawan...jangan ampe makin stress setelah membaca ini ya................
Komentar Publish FB :
Aku Diriku, Suhunan Situmorang, Anita Rachmad dan 15 lainnya menyukai ini.
Ida Nursanti Basuni
Ida Nursanti Basuni
makasih pak Acep Zamzam Noor...buat jempol mungilnya....
14 September jam 9:22 · Hapus
Weni Suryandari
Weni Suryandari
bagus banget Ida...hahaha aku ngakak deh...kamu pintar amat nyarinya hahaha.....
14 September jam 9:24 · Hapus
Ida Nursanti Basuni
Ida Nursanti Basuni
Wah...aku seneng...bisa membuat mb Weni tertawa lagi...
makasih mb...
14 September jam 9:26 · Hapus
A Pan Di
A Pan Di
ingat
"kalau sudah percaya, iya saja."
"kalau sudah cinta, dungu jadinya."
"apa itu dosa? kalau sudah rangka(rakus)"... Baca Selengkapnya
tapi lupa kata siapa.
14 September jam 9:32 · Hapus
Ida Nursanti Basuni
Ida Nursanti Basuni
makasih bung A Pan Di.....mau bertandang ke note saya ini...
14 September jam 9:34 · Hapus
Ali Fanie
Ali Fanie
Makasih ya ?
14 September jam 9:47 · Hapus
Andreas T Wong
Andreas T Wong
hehe,, asik nich.. jadi penyegar saat lagi kram otak.. trims,,,,
14 September jam 9:48 · Hapus
Ida Nursanti Basuni
Ida Nursanti Basuni
sama2 alie.........
14 September jam 9:51 · Hapus
Acep Zamzam Noor
Acep Zamzam Noor
Wah segar sekali, mencerahkan, penting dibaca oleh anggo DPR yang baru dilantik hehehe
14 September jam 9:59 · Hapus
Topan Asri
Topan Asri
Hua....Ha...Ha... Haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa Kak...Kak...kak.......... Hi...Hi...Hi....
Huah...huah..hauh...hauh....
Hiks.... Hiks... Hiks....
Uhuk... Uhuk... Uhukkkkkkkk
... Baca Selengkapnya
Lucu Ida... Qiqiiiiqiiiiiqiiqiqiqiqiqiiiiqiqiqiiiiii ^_^
14 September jam 10:05 · Hapus
Jurnal Sastratuhan Hudan
Jurnal Sastratuhan Hudan
(ida yang kreatif dan penuh passion)
selamat malam ida, sehat dan lancar semua kan? puasa lancar? sudah bayar zakat belum hehe selamat malam ida ysb - yang sangat baik hiks
14 September jam 10:24 · Hapus
Ida Nursanti Basuni
Ida Nursanti Basuni
wah, terima kasih bung Andreas.............hehehe sama2 penyegaran ya...
mas Acep makasih banget...bener banget mas...pencerahan penting buat mereka yang mau duduk di kursi empuk lima tahun lamanya
makasih mas te-o-pe...tapi hati2 kejangallan...
14 September jam 10:25 · Hapus
Aming Kieva
Aming Kieva
memperkaya kesadaran berpikir
14 September jam 10:32 · Hapus
Penyair Kecil
Penyair Kecil
Mengupas masalah utang sbnrnya 22nya sama2 pusing yang ngutang pusing mikirin ngebayarinnya, yang ngasih utang pusing mikirin kapan tu orang bayar, benar ga gue sech! ga prdl yg penting cepat salah belakangan. hehe...
Makasih ya.
14 September jam 11:09 · Hapus
Saut Situmorang
Saut Situmorang
Ida,
Kalok mo yg lebih gawat lagi, cobak cari di Google: Zen koan.
Di toko buku ada versi Indonesianya: Daging Zen, Tulang Zen.
14 September jam 12:06 · Hapus
Zulfaisal Putera
Zulfaisal Putera
Terus perbanyak senarai kata-kata di atas, Dik.
Di samping buat pembelajaran diri sendiri, juga untuk menggugah hati pembaca lainnya.
Sipp.
14 September jam 12:11 · Hapus
Arif Gumantia
Arif Gumantia
kata-kata akan saya gebuki itu milik soeharto, presiden RI ke-2.
14 September jam 14:01 · Hapus
Ping Homeric
Ping Homeric
hehe...boleh saya sumbang satu, Ida yg indah?
"jalan ke neraka, mulus melaju di atas formula satu; jalan ke surga, OMG! berlubang dan banjir di saat hujan" -- ping homeric, bukan apa2.
-
14 September jam 14:44 · Hapus
Hanna Fransisca
Hanna Fransisca
Wakakakakakaka...! Asyik yo. Dijamin mereka yang akan memakai dasi dan jas, akan tersindiiiir...
14 September jam 17:31 · Hapus
Nani Mariani
Nani Mariani
he he he.., manis sekali katakata bijak nya yaa.
salam
14 September jam 21:05 · Hapus
Frans. Nadeak
Frans. Nadeak
hahahaha
siapa yang buat ini?
Kok eksentrik?
hahahahha
14 September jam 23:50 · Hapus
Anita Rachmad
Anita Rachmad
keren..kereen...
tunggu punyaku da ! bentar lagi bakal ku launching!
aforisma terdahsyat sejagat bumi !
he..he.he..
15 September jam 2:19 · Hapus
Ida Nursanti Basuni
Ida Nursanti Basuni
Jurnal Sastratuhan Hudan : makasih Bung Hudan yang juga sangat baik...alhamdulillah lancar puasanya, namun belum bayar zakat...maklum...kuli...THR nya nyendat....
Aming Kieva : makasih mas aming....sudah mau berkunjung di note saya
Penyair Kecil : wkwkwkwkwk, bener banget kawan...sebenernya mereka yang utang dan ngutang sama2 pusyingggggggggg.
Saut Situmorang : terima kasih bang Saut, Insya Allah akan saya cari pengetahuan itu...dan akan menjelajah toko buku...
Zulfaisal Putera: makasih bang Zul....Insya Allah...saya akan terus belajar...... Baca Selengkapnya
Arif Gumantia : terima kasih mas Arif...hehehe, ternyata begitu ya???
Ping Homeric : wkwkwkwk my ping...kamu bisa aja....Pingnya Sutardji sih...
15 September jam 7:59 · Hapus
Ida Nursanti Basuni
Ida Nursanti Basuni
Hanna Fransisca : iya tuh mb..hehhehe besok anggota DPRD SWingkawang yang baru kan di lantik lho mb...pengamanannye....aje gileeeeeeee
Nani Mariani : makasih mb Naniku....
Frans. Nadeak : saya ga tau siapa yang buat bung Frans...habis dapetnya di Google, saya fikir lucu, saya posting deh,.
Anita Rachmad : wkwkwkwk, pasti aku tungguin mb...pasti...
15 September jam 7:59 · Hapus
Minggu, 20 September 2009
sebuah drama dari negeriku
sebuah drama dari negeriku
09 September 2009 jam 8:39
Ratna, sangat mencintai negerinya. Hingga dia rela menjual tubuhnya pada Negeri asing. Negeri yang kata orang bisa merubah nasib. Hingga ia nekat pergi meninggalkan anak dan suami, dan Negeri yang ingin ia sumbangi sedikit rejeki. Hingga bisa diakui sebagai anak Negeri.
Suminten begitu mencintai Negerinya. Sungguh, tak ragu, walaupun ia Cuma seorang pelacur. Dia juga tahu kalau korupsi masih saja ada. Walau KPK sudah ada. Dia mendengarnya dari laki-laki berdasi yang suka mengajaknya mesum di losmen murahan.
Larasati begitu namanya. Ia cinta akan tanah airnya. Walau ia Cuma seorang artis viguran yang hanya di bayar seratus ribuan, namun di ranjang lumayanlah dibayar jutaan. Dia juga tau kalau Negara kita tetap saja bergantung pada hutang. Kalau ditanya darimana ia tahu, ah dia hanya mengibas bahu.
Tak usah bertanya pada Marsinah betapa cintanya ia pada Negaranya. Tak tergiur Dollar, Ringgit ataupun Dinar. Ia tetap setia di tanah tumpah darah warisan orang tua. Kumpul bersama sanak keluarga. Makan tak makan asal kumpul. Walau terpaksa merelakan tubuh dijamah habis-habisan oleh bandot tua majikan tempat ia mencari sesuap makan.
Kau tahu, aku juga cinta. Sangat cinta. Pada Negeriku ini. Pada bangsaku ini.
Tempat rakyatnya dikirim keberbagai Negara. Diberi gelar “pahlawan Devisa.” Yang untung kalau pulang selamat, tubuh utuh, tak jadi mayat.
Tempat rakyat perempuan memamerkan paha dan membuka dada. Menjual tubuh demi selembar lima puluhan. Dicacimaki pelacur murahan oleh politisi berjas yang puas menggerayangi semalaman.
Tempat rakyat perempuan tertindas. Tak peduli TKW, Pelacur, dan artis viguran. Hingga Buruh di Negeri sendiri.
Aku serupa penonton di bioskop yang memutar film-film penganiayaan. Aku sedih, aku menangis, aku tertawa. Hanya itu. Aku hanya bisa tersedu sambil menikmati gambar-gambar di televisi. Melihat banyak perempuan yang dianiaya entah drama di televisi atau catatan harian buruh migran yang terlanjur mati.
Dari tempat ku bernaung : Singkawang, 16 agustus 2009
Komentar Publish FB :
Shu Shan Wang, 'Nandez Capricornidas', Trisna Bs dan 15 lainnya menyukai ini.
Anggun Veranantika
Anggun Veranantika
mantab, mbak...wah, nampaknya kata2mu yang tadi menghilang (;anggap tercecer) sudah dapat kau kumpulkan lagi ya....??? siiippp...
09 September jam 8:44 · Hapus
Ida Nursanti Basuni
Ida Nursanti Basuni
Anggun Veranantika : wah berlebihan kawan.....hiks...bukan yang ne...ini bukan puisi hanya sekedar catatan ringan....hiks...kritik buat negeri yang sangat kucintai juga kritik buat kita2 pemuda Indonesia...
makasih kawan...mau menjadi pembaca pertama dan apresiasinya sangat berharga,......
makasih...o iya panggil aja ida...
thanx...
09 September jam 8:48 · Hapus
Anggun Veranantika
Anggun Veranantika
siapa yang berlebihan...??? apa yang aku tulis ya apa yang aku rasakan setelah membaca katakatamu. hehehe.
ok, ida salam kenal....
09 September jam 8:50 · Hapus
Ida Nursanti Basuni
Ida Nursanti Basuni
makasih anggun....hiks...
salam kenal...jadi besar kepalaku neh
anggun...
09 September jam 8:52 · Hapus
Kwek Li Na
Kwek Li Na
Ida...ini puisi yang tersedih pernah kubaca di FB ini.
aku meniti air mata.
Hidup pilihan. namun apakah kami punya pilihan.... Baca Selengkapnya
thanks Ida agak tenang cc balik koment lagi :)
09 September jam 8:54 · Hapus
Ida Nursanti Basuni
Ida Nursanti Basuni
ceceku yang lembut dan manis...
aku cuma menuliskan apa yang aku lihat, aku juga sedih cece tak dapat berbuat apa-apa...hanya bisa melihat...namun aku bertekat, akan kutulis cerita dan derita itu,,,,agar semua orang bisa merasakan dan merasakan dan lebih merasakan apa yang buruh-buruh itu, rasakan....
cece....memang benar hidup itu pilihan....
makasih cece, mau selalu berkunjung di note saya
09 September jam 9:04 · Hapus
Zulfaisal Putera
Zulfaisal Putera
Perempuan!
Aku selalu merasa getir membicarakan sisi laranya!
09 September jam 9:07 · Hapus
Hanna Fransisca
Hanna Fransisca
Tragis ironis iya, Da. Kita doakan ya semoga negeri ini lebih baik.
09 September jam 9:07 · Hapus
Ida Nursanti Basuni
Ida Nursanti Basuni
Hanna Fransisca : ceceku...ne bukan puisi menurutku...hanya sekedar kritikan aja soal masalah perempuan yang tak pernah tuntas di negeri kita. aku sedih cuma bisa menonton, tanpa bisa menolong, makanya aku hanya bisa menulis untuk mereka.
Zulfaisal Puteram : iya bang zul...saya hanya menulis ini karena geram terhadap keadaan dan pemerintah...
09 September jam 9:10 · Hapus
Ida Nursanti Basuni
Ida Nursanti Basuni
makasih buat jempol mungil kawan-kawan...
09 September jam 9:10 · Hapus
Topan Asri
Topan Asri
Unik... entah prosa,puisi,atau apalah namannya... Yg jelas Ida menulis sesuai FAKTA yang tak terbantahkan...
Sy suka jiwa pertentangannya... Slamat Berjuang sobat... ^_^
09 September jam 9:11 · Hapus
Ida Nursanti Basuni
Ida Nursanti Basuni
terima kasih mas top yang selalu tampil elegan dalam komentar2 nya.....
makasih....
09 September jam 9:13 · Hapus
Kika Syafii
Kika Syafii
Syukurlah kalau masih bisa menikmati suguhan itu, bila sudah mati rasamu berarti kamu serupa jadi pejabat.
09 September jam 9:26 · Hapus
Kika Syafii
Kika Syafii
Atau penyair yang hanya onani itu.
09 September jam 9:27 · Hapus
Ida Nursanti Basuni
Ida Nursanti Basuni
makasih bung kika....ternyata anda selalu mau mengunjungi note-note saya yang sederhana ini...benar karena note ini hanya sebuah kritikan yang sederhana dari pemikiran yang sederhana pula, namun saya ingin mudah di tangkap maknanya oleh si mpembaca yang bukan kalangan penyair....
09 September jam 9:29 · Hapus
Penyair Kecil
Penyair Kecil
Keperduliaan yg sangat tinggi terhadap saudara sebangsa. teruslah ketuk MATA HATI mereka dengan tulis2 kamu yang begitu RAPI.
09 September jam 10:40 · Hapus
Aurelliano Buendia
Aurelliano Buendia
lanjut terus Ida.....
09 September jam 11:33 · Hapus
A Pan Di
A Pan Di
miskin membuat banyak penderitaan. dilihat, dibaca dan didengar tapi di mana tangan-tangan itu? malah seperti dicipta makin menjadi-jadi....
09 September jam 13:16 · Hapus
Aries Yulianto
Aries Yulianto
Tulisan yang lahir dari jiiwa bersih penulisnya.
Seorang yg tak berdaya membaca zaman dan kelakuan manusia.
Selalu dan masih , perempuan2 itu teraniaya di negerinya sendiri.
09 September jam 16:23 · Hapus
Bayu Soponyono
Bayu Soponyono
Serasa menonton reality show.
09 September jam 16:53 · Hapus
Cepi Sabre
Cepi Sabre
potret yang unik dari makhluk yang bernama perempuan
09 September jam 19:14 · Hapus
Frans. Nadeak
Frans. Nadeak
Tulisan yang menyentuh.
Permasalahan seperti ini memerlukan multidisiplin pendekatan, multidisipilin pengetahuan, dan multidisiplin ilmu.
Sangat kompleks, tapi selalu berawal dari pengajaran dan pendidikan di rumah dan sekolah, kemudian pendidikan dan pengalaman yang memperteguh akan kemuliaan seorang manusia.
Saya sampai sekarang secara umum tidak respek dengan acara televisi yang mengumbar kekerasan dan merendahkan martabat manusia.... Baca Selengkapnya
Hal sederhana tapi penting, kalau razia selalu yang dikejar-kejar dan ditangkap adalah wanita (dalam hal prostitusi).
Memangnya hanya perempuan bisa melakukan prostitusi?
Seharusnya para lelaki juga harus ditangani lebih serius.
09 September jam 20:56 · Hapus
Purwono Nugroho Adhi
Purwono Nugroho Adhi
cerita perempuan,
cerita antara tubuh dan pilihan cinta,
sebuah kontempatio yang mengingatkan,
pada eleven minutes karya paulo coelho
09 September jam 21:14 · Hapus
Hs Mbelink
Hs Mbelink
Yang paling aku suka dari penyair dan seniman seperti kalian, adalah kejujuran. untuk membagi potret kehidupan disekitar kalian !
Dan yang selalu aku kagumi, adalah ketulusan manusia-manusia seperti kalian.
kabarkan padaku lagi pesan yang baru kau bawa pulang dari pengembaraanmu ida !
09 September jam 21:47 · Hapus
Sandra Palupi
Sandra Palupi
luar biasa Ida!! kau memang tajam memandang sudut miris negara kita. perempuan. yah, perempuan. kadang kita sendiri bungkam. kita diam. kita takut. atau tak mau ribut. kita sendiri kurang memperjuangkan keperempuanan kita. perempuan masih begitu rendah dipandang. uh. gerah aku membicarakan ini. perempuan masih terjajah, bahkan dalam kelompok terkecil masyarakat kita, keluarga.
secara tulisan, aku suka plot yang kau sajikan diatas. kau perempuan hebat. terimakasih karna kepedulianmu atas ini.
09 September jam 23:47 · Hapus
Anita Rachmad
Anita Rachmad
ciamik ida. tulisan ini sederhana. tapi kekuatannya ada pada kisah yang kau angkat. ttg perempuan2 yang berjuang. entah demi motif apa pun (ekonomi atau idealisme) semua realitas yg kau tulis dalam prosa sederhana ini bisa membuka mata lebih lebar.
bahwa apa yg kau ungkap dalam kisah sederhana ini terjadi dimana-mana. diberbagai belahan dunia. tidak hanya di singkawang, indonesia tapi mana bumi di pijak !
10 September jam 1:14 · Hapus
Sayuri Yosiana
Sayuri Yosiana
menggetarkan sekali tulisanmu ida. sangat menyentuh. secara aq juga prempuan yg hanya bisa membayangkan seandainya posisiku seperti perempuan 2 yg kamu kisahkan itu. meski hanya lewat tulisan, semoga gaungnya tetap menembus ruang dan waktu.
seperti kata pepatah latin, verba valent, scripta manent : ucapan akan mudah hilang, tulisan akan tetap hidup selamanya. bravo ida !
10 September jam 2:04 · Hapus
Trisna Bs
Trisna Bs
sesaat membuat terhenyak... inilah realiti kehidupan....kadang begitu menakutkan bahkan hanya untuk ditatap..... namun ia tetap tuk dihadap....
Bagus teman.. aku suka....
10 September jam 3:05 · Hapus
Aku Diriku
Aku Diriku
kenyataan yang tak terpungkiri....... dan ironisnya ada sebagian yang justru menari-nari dalam kenyataan ini.. thank's sahabat...
10 September jam 5:09 · Hapus
Fira Rachmat
Fira Rachmat
Walau hanya catatan ringan buatmu tapi sangat besar makna yang terkandung di dalamnya dinda...tulisan yg mengupas sudut wanita mantap dindaku...makasih ya udah berbagi denganku say,salam.
10 September jam 10:07 · Hapus
Ricky Idaman
Ricky Idaman
sangat memprihatinkan, o..h tariklah napas yang panjanmg photret ini menghibau kita untuk berbagi rasa..
10 September jam 12:02 · Hapus
Shaut Ls Hutabarat
Shaut Ls Hutabarat
suarakan terus perjuangan penistaan kaum wanita! tulisanmu ini menarik sekali untuk penggambaan kaum munafik.
10 September jam 19:56 · Hapus
Ida Nursanti Basuni
Ida Nursanti Basuni
Penyair Kecil : terima kasih kawan....semoga mereka bisa membuka mata hati, yaitu mereka2 yang melecehkan kaum perempuan....
Yayan R. Triyansyah : makasih kawan....namun apa yang harus aku teruskan????mirip2 Lanjutkan aje
A Pan Di : yah...begitulah potret kehidupan yang ada bung A Pan Di
Bayu Soponyono : reality show?????aku kurang mengerti maksudnya....bung bayu
Cepi Sabre : begitulah mas cepri...perempuan memang unik, memang selalu penuh hal2 yang selalu saja membuat sebuah keistimewaan.... Baca Selengkapnya
Frans. Nadeak : saya sependapat dengan bung frans...makanya saya menulis ini, bukan berarti saya mau di sebut perempuan yang sok peduli hanya di FB, tapi saya memang benar2 peduli...halnya permpuan memang selalu di salahkan, mereka toh tidak bisa berbuat apa2 jika tidak ada lawannya. tidak akan ada penjual jika tidak ada pembeli. yah, kan memang bukan hanya perempuan yang menjual diri, laki2 juga ada. namun kenapa hanya permpuan yang dicacimaki, di hina....
11 September jam 2:32 · Hapus
Ida Nursanti Basuni
Ida Nursanti Basuni
Purwono Nugroho Adhi : makasih mas adhi, sudah mau berkunjung ke note sederhana ini....
Hs Mbelink : terima kasih HS, saya hanya mencoba jujur bukan hanya pada orang lain, namun terlebih pada diri sendiri.
Sandra Palupi : mb Sandra yang manis, memang, saya hanya bisa melihat, namun saya tak mau hanya melihat, saya terlebih tak mau merasakan hal yang sama seperti hal yang mereka rasakan. wah, mb Sandra berlebihan, sy perempuan biasa yang masih harus terus belajar dari mb dan kawan2 di Fb.
... Baca Selengkapnya
Anita Rachmad : wah, akhirnya mb Anita kyu muncul lagyi, hehehehe, makasih mb...saya hanya berusaha untuk menulis dan berjuang lewat tulisa...yah tak muluk2lah..hanya mengincar piala Nobel...
wkwkwkwwk
Sayuri Yosiana : makasih sayuri...mudah-mudahan tulisan saya tetap dikenang ya???walaupun cuma Sayuri yang ingat...hehehhhe
Trisna Bs : kawanku...makasih telah mau membaca. inilah bentuk kepedulian kita sebagai seorang PEREMPUAN....
11 September jam 2:40 · Hapus
Ida Nursanti Basuni
Ida Nursanti Basuni
Aku Diriku : makasih juga sahabat...yah begitulah hidup ini, memang banyak orang yang menyanyi gembira di atas pedih orang lain.
Fira Rachmat : terima kasih mb firaku yang baik...semoga kita kaum Perempuan lebih peduli lagi.
Ricky Idaman : yup mas Ricky, saya mengambil potret2 ini di Internet....hehehe semoga yang punya tak marah.... Baca Selengkapnya
Shaut Ls Hutabarat : terima kasih bang shaut, wah tadi mau balas pesannya kehabisan pulsa neh bang, heheheheh semoga abang senang. makasih ya bang atas kepedulian abang dengan membaca note sederhana ini.
11 September jam 2:44 · Hapus
09 September 2009 jam 8:39
Ratna, sangat mencintai negerinya. Hingga dia rela menjual tubuhnya pada Negeri asing. Negeri yang kata orang bisa merubah nasib. Hingga ia nekat pergi meninggalkan anak dan suami, dan Negeri yang ingin ia sumbangi sedikit rejeki. Hingga bisa diakui sebagai anak Negeri.
Suminten begitu mencintai Negerinya. Sungguh, tak ragu, walaupun ia Cuma seorang pelacur. Dia juga tahu kalau korupsi masih saja ada. Walau KPK sudah ada. Dia mendengarnya dari laki-laki berdasi yang suka mengajaknya mesum di losmen murahan.
Larasati begitu namanya. Ia cinta akan tanah airnya. Walau ia Cuma seorang artis viguran yang hanya di bayar seratus ribuan, namun di ranjang lumayanlah dibayar jutaan. Dia juga tau kalau Negara kita tetap saja bergantung pada hutang. Kalau ditanya darimana ia tahu, ah dia hanya mengibas bahu.
Tak usah bertanya pada Marsinah betapa cintanya ia pada Negaranya. Tak tergiur Dollar, Ringgit ataupun Dinar. Ia tetap setia di tanah tumpah darah warisan orang tua. Kumpul bersama sanak keluarga. Makan tak makan asal kumpul. Walau terpaksa merelakan tubuh dijamah habis-habisan oleh bandot tua majikan tempat ia mencari sesuap makan.
Kau tahu, aku juga cinta. Sangat cinta. Pada Negeriku ini. Pada bangsaku ini.
Tempat rakyatnya dikirim keberbagai Negara. Diberi gelar “pahlawan Devisa.” Yang untung kalau pulang selamat, tubuh utuh, tak jadi mayat.
Tempat rakyat perempuan memamerkan paha dan membuka dada. Menjual tubuh demi selembar lima puluhan. Dicacimaki pelacur murahan oleh politisi berjas yang puas menggerayangi semalaman.
Tempat rakyat perempuan tertindas. Tak peduli TKW, Pelacur, dan artis viguran. Hingga Buruh di Negeri sendiri.
Aku serupa penonton di bioskop yang memutar film-film penganiayaan. Aku sedih, aku menangis, aku tertawa. Hanya itu. Aku hanya bisa tersedu sambil menikmati gambar-gambar di televisi. Melihat banyak perempuan yang dianiaya entah drama di televisi atau catatan harian buruh migran yang terlanjur mati.
Dari tempat ku bernaung : Singkawang, 16 agustus 2009
Komentar Publish FB :
Shu Shan Wang, 'Nandez Capricornidas', Trisna Bs dan 15 lainnya menyukai ini.
Anggun Veranantika
Anggun Veranantika
mantab, mbak...wah, nampaknya kata2mu yang tadi menghilang (;anggap tercecer) sudah dapat kau kumpulkan lagi ya....??? siiippp...
09 September jam 8:44 · Hapus
Ida Nursanti Basuni
Ida Nursanti Basuni
Anggun Veranantika : wah berlebihan kawan.....hiks...bukan yang ne...ini bukan puisi hanya sekedar catatan ringan....hiks...kritik buat negeri yang sangat kucintai juga kritik buat kita2 pemuda Indonesia...
makasih kawan...mau menjadi pembaca pertama dan apresiasinya sangat berharga,......
makasih...o iya panggil aja ida...
thanx...
09 September jam 8:48 · Hapus
Anggun Veranantika
Anggun Veranantika
siapa yang berlebihan...??? apa yang aku tulis ya apa yang aku rasakan setelah membaca katakatamu. hehehe.
ok, ida salam kenal....
09 September jam 8:50 · Hapus
Ida Nursanti Basuni
Ida Nursanti Basuni
makasih anggun....hiks...
salam kenal...jadi besar kepalaku neh
anggun...
09 September jam 8:52 · Hapus
Kwek Li Na
Kwek Li Na
Ida...ini puisi yang tersedih pernah kubaca di FB ini.
aku meniti air mata.
Hidup pilihan. namun apakah kami punya pilihan.... Baca Selengkapnya
thanks Ida agak tenang cc balik koment lagi :)
09 September jam 8:54 · Hapus
Ida Nursanti Basuni
Ida Nursanti Basuni
ceceku yang lembut dan manis...
aku cuma menuliskan apa yang aku lihat, aku juga sedih cece tak dapat berbuat apa-apa...hanya bisa melihat...namun aku bertekat, akan kutulis cerita dan derita itu,,,,agar semua orang bisa merasakan dan merasakan dan lebih merasakan apa yang buruh-buruh itu, rasakan....
cece....memang benar hidup itu pilihan....
makasih cece, mau selalu berkunjung di note saya
09 September jam 9:04 · Hapus
Zulfaisal Putera
Zulfaisal Putera
Perempuan!
Aku selalu merasa getir membicarakan sisi laranya!
09 September jam 9:07 · Hapus
Hanna Fransisca
Hanna Fransisca
Tragis ironis iya, Da. Kita doakan ya semoga negeri ini lebih baik.
09 September jam 9:07 · Hapus
Ida Nursanti Basuni
Ida Nursanti Basuni
Hanna Fransisca : ceceku...ne bukan puisi menurutku...hanya sekedar kritikan aja soal masalah perempuan yang tak pernah tuntas di negeri kita. aku sedih cuma bisa menonton, tanpa bisa menolong, makanya aku hanya bisa menulis untuk mereka.
Zulfaisal Puteram : iya bang zul...saya hanya menulis ini karena geram terhadap keadaan dan pemerintah...
09 September jam 9:10 · Hapus
Ida Nursanti Basuni
Ida Nursanti Basuni
makasih buat jempol mungil kawan-kawan...
09 September jam 9:10 · Hapus
Topan Asri
Topan Asri
Unik... entah prosa,puisi,atau apalah namannya... Yg jelas Ida menulis sesuai FAKTA yang tak terbantahkan...
Sy suka jiwa pertentangannya... Slamat Berjuang sobat... ^_^
09 September jam 9:11 · Hapus
Ida Nursanti Basuni
Ida Nursanti Basuni
terima kasih mas top yang selalu tampil elegan dalam komentar2 nya.....
makasih....
09 September jam 9:13 · Hapus
Kika Syafii
Kika Syafii
Syukurlah kalau masih bisa menikmati suguhan itu, bila sudah mati rasamu berarti kamu serupa jadi pejabat.
09 September jam 9:26 · Hapus
Kika Syafii
Kika Syafii
Atau penyair yang hanya onani itu.
09 September jam 9:27 · Hapus
Ida Nursanti Basuni
Ida Nursanti Basuni
makasih bung kika....ternyata anda selalu mau mengunjungi note-note saya yang sederhana ini...benar karena note ini hanya sebuah kritikan yang sederhana dari pemikiran yang sederhana pula, namun saya ingin mudah di tangkap maknanya oleh si mpembaca yang bukan kalangan penyair....
09 September jam 9:29 · Hapus
Penyair Kecil
Penyair Kecil
Keperduliaan yg sangat tinggi terhadap saudara sebangsa. teruslah ketuk MATA HATI mereka dengan tulis2 kamu yang begitu RAPI.
09 September jam 10:40 · Hapus
Aurelliano Buendia
Aurelliano Buendia
lanjut terus Ida.....
09 September jam 11:33 · Hapus
A Pan Di
A Pan Di
miskin membuat banyak penderitaan. dilihat, dibaca dan didengar tapi di mana tangan-tangan itu? malah seperti dicipta makin menjadi-jadi....
09 September jam 13:16 · Hapus
Aries Yulianto
Aries Yulianto
Tulisan yang lahir dari jiiwa bersih penulisnya.
Seorang yg tak berdaya membaca zaman dan kelakuan manusia.
Selalu dan masih , perempuan2 itu teraniaya di negerinya sendiri.
09 September jam 16:23 · Hapus
Bayu Soponyono
Bayu Soponyono
Serasa menonton reality show.
09 September jam 16:53 · Hapus
Cepi Sabre
Cepi Sabre
potret yang unik dari makhluk yang bernama perempuan
09 September jam 19:14 · Hapus
Frans. Nadeak
Frans. Nadeak
Tulisan yang menyentuh.
Permasalahan seperti ini memerlukan multidisiplin pendekatan, multidisipilin pengetahuan, dan multidisiplin ilmu.
Sangat kompleks, tapi selalu berawal dari pengajaran dan pendidikan di rumah dan sekolah, kemudian pendidikan dan pengalaman yang memperteguh akan kemuliaan seorang manusia.
Saya sampai sekarang secara umum tidak respek dengan acara televisi yang mengumbar kekerasan dan merendahkan martabat manusia.... Baca Selengkapnya
Hal sederhana tapi penting, kalau razia selalu yang dikejar-kejar dan ditangkap adalah wanita (dalam hal prostitusi).
Memangnya hanya perempuan bisa melakukan prostitusi?
Seharusnya para lelaki juga harus ditangani lebih serius.
09 September jam 20:56 · Hapus
Purwono Nugroho Adhi
Purwono Nugroho Adhi
cerita perempuan,
cerita antara tubuh dan pilihan cinta,
sebuah kontempatio yang mengingatkan,
pada eleven minutes karya paulo coelho
09 September jam 21:14 · Hapus
Hs Mbelink
Hs Mbelink
Yang paling aku suka dari penyair dan seniman seperti kalian, adalah kejujuran. untuk membagi potret kehidupan disekitar kalian !
Dan yang selalu aku kagumi, adalah ketulusan manusia-manusia seperti kalian.
kabarkan padaku lagi pesan yang baru kau bawa pulang dari pengembaraanmu ida !
09 September jam 21:47 · Hapus
Sandra Palupi
Sandra Palupi
luar biasa Ida!! kau memang tajam memandang sudut miris negara kita. perempuan. yah, perempuan. kadang kita sendiri bungkam. kita diam. kita takut. atau tak mau ribut. kita sendiri kurang memperjuangkan keperempuanan kita. perempuan masih begitu rendah dipandang. uh. gerah aku membicarakan ini. perempuan masih terjajah, bahkan dalam kelompok terkecil masyarakat kita, keluarga.
secara tulisan, aku suka plot yang kau sajikan diatas. kau perempuan hebat. terimakasih karna kepedulianmu atas ini.
09 September jam 23:47 · Hapus
Anita Rachmad
Anita Rachmad
ciamik ida. tulisan ini sederhana. tapi kekuatannya ada pada kisah yang kau angkat. ttg perempuan2 yang berjuang. entah demi motif apa pun (ekonomi atau idealisme) semua realitas yg kau tulis dalam prosa sederhana ini bisa membuka mata lebih lebar.
bahwa apa yg kau ungkap dalam kisah sederhana ini terjadi dimana-mana. diberbagai belahan dunia. tidak hanya di singkawang, indonesia tapi mana bumi di pijak !
10 September jam 1:14 · Hapus
Sayuri Yosiana
Sayuri Yosiana
menggetarkan sekali tulisanmu ida. sangat menyentuh. secara aq juga prempuan yg hanya bisa membayangkan seandainya posisiku seperti perempuan 2 yg kamu kisahkan itu. meski hanya lewat tulisan, semoga gaungnya tetap menembus ruang dan waktu.
seperti kata pepatah latin, verba valent, scripta manent : ucapan akan mudah hilang, tulisan akan tetap hidup selamanya. bravo ida !
10 September jam 2:04 · Hapus
Trisna Bs
Trisna Bs
sesaat membuat terhenyak... inilah realiti kehidupan....kadang begitu menakutkan bahkan hanya untuk ditatap..... namun ia tetap tuk dihadap....
Bagus teman.. aku suka....
10 September jam 3:05 · Hapus
Aku Diriku
Aku Diriku
kenyataan yang tak terpungkiri....... dan ironisnya ada sebagian yang justru menari-nari dalam kenyataan ini.. thank's sahabat...
10 September jam 5:09 · Hapus
Fira Rachmat
Fira Rachmat
Walau hanya catatan ringan buatmu tapi sangat besar makna yang terkandung di dalamnya dinda...tulisan yg mengupas sudut wanita mantap dindaku...makasih ya udah berbagi denganku say,salam.
10 September jam 10:07 · Hapus
Ricky Idaman
Ricky Idaman
sangat memprihatinkan, o..h tariklah napas yang panjanmg photret ini menghibau kita untuk berbagi rasa..
10 September jam 12:02 · Hapus
Shaut Ls Hutabarat
Shaut Ls Hutabarat
suarakan terus perjuangan penistaan kaum wanita! tulisanmu ini menarik sekali untuk penggambaan kaum munafik.
10 September jam 19:56 · Hapus
Ida Nursanti Basuni
Ida Nursanti Basuni
Penyair Kecil : terima kasih kawan....semoga mereka bisa membuka mata hati, yaitu mereka2 yang melecehkan kaum perempuan....
Yayan R. Triyansyah : makasih kawan....namun apa yang harus aku teruskan????mirip2 Lanjutkan aje
A Pan Di : yah...begitulah potret kehidupan yang ada bung A Pan Di
Bayu Soponyono : reality show?????aku kurang mengerti maksudnya....bung bayu
Cepi Sabre : begitulah mas cepri...perempuan memang unik, memang selalu penuh hal2 yang selalu saja membuat sebuah keistimewaan.... Baca Selengkapnya
Frans. Nadeak : saya sependapat dengan bung frans...makanya saya menulis ini, bukan berarti saya mau di sebut perempuan yang sok peduli hanya di FB, tapi saya memang benar2 peduli...halnya permpuan memang selalu di salahkan, mereka toh tidak bisa berbuat apa2 jika tidak ada lawannya. tidak akan ada penjual jika tidak ada pembeli. yah, kan memang bukan hanya perempuan yang menjual diri, laki2 juga ada. namun kenapa hanya permpuan yang dicacimaki, di hina....
11 September jam 2:32 · Hapus
Ida Nursanti Basuni
Ida Nursanti Basuni
Purwono Nugroho Adhi : makasih mas adhi, sudah mau berkunjung ke note sederhana ini....
Hs Mbelink : terima kasih HS, saya hanya mencoba jujur bukan hanya pada orang lain, namun terlebih pada diri sendiri.
Sandra Palupi : mb Sandra yang manis, memang, saya hanya bisa melihat, namun saya tak mau hanya melihat, saya terlebih tak mau merasakan hal yang sama seperti hal yang mereka rasakan. wah, mb Sandra berlebihan, sy perempuan biasa yang masih harus terus belajar dari mb dan kawan2 di Fb.
... Baca Selengkapnya
Anita Rachmad : wah, akhirnya mb Anita kyu muncul lagyi, hehehehe, makasih mb...saya hanya berusaha untuk menulis dan berjuang lewat tulisa...yah tak muluk2lah..hanya mengincar piala Nobel...
wkwkwkwwk
Sayuri Yosiana : makasih sayuri...mudah-mudahan tulisan saya tetap dikenang ya???walaupun cuma Sayuri yang ingat...hehehhhe
Trisna Bs : kawanku...makasih telah mau membaca. inilah bentuk kepedulian kita sebagai seorang PEREMPUAN....
11 September jam 2:40 · Hapus
Ida Nursanti Basuni
Ida Nursanti Basuni
Aku Diriku : makasih juga sahabat...yah begitulah hidup ini, memang banyak orang yang menyanyi gembira di atas pedih orang lain.
Fira Rachmat : terima kasih mb firaku yang baik...semoga kita kaum Perempuan lebih peduli lagi.
Ricky Idaman : yup mas Ricky, saya mengambil potret2 ini di Internet....hehehe semoga yang punya tak marah.... Baca Selengkapnya
Shaut Ls Hutabarat : terima kasih bang shaut, wah tadi mau balas pesannya kehabisan pulsa neh bang, heheheheh semoga abang senang. makasih ya bang atas kepedulian abang dengan membaca note sederhana ini.
11 September jam 2:44 · Hapus
Senin, 23 Maret 2009
Membongkar Mitos Perempuan

Minggu, 22 Maret 2009 | 04:42 WIB
Maria Hartiningsih dan Ilham Khoiri
KOMPAS.com - Alkisah, empat perempuan tua sedang berdebat, bagaimana sebaiknya istri menempatkan suami? ”Istri itu harus manut sama suami,” ujar salah seorang perempuan. ”Tidak,” kata yang lain, ”suami itu harus disanding, dijinjing, dan kalau perlu ditanting."
Saat asyik ngobrol, keempatnya tiba-tiba sadar. Ternyata, para suami mereka justru sedang dikuasai perempuan muda ayu bernama Geyong Kanthil. Mereka pun segera berkomplot untuk menaklukkannya.
Itu salah satu potongan adegan pentas ”Gathik Glindhing” di Teater Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat-Sabtu, 20-21 Maret 2009. Lakon dimainkan Sahita, kelompok teater-tari asal Surakarta beranggotakan lima perempuan: Wahyu Widayati, Sri Lestari, Sri Setyoasih, Atik Kenconosari, dan Ira Kusumorasri.
Apakah keempat perempuan tua itu menang? Ternyata tidak. Dengan kecantikannya, perempuan muda berhasil menyingkirkan generasi tua. Adegan terakhir, si Geyong merokok dengan asap mengepul, sedangkan orang-orang tua itu terkapar di sekelilingnya.
”Itu sindiran, betapa nafsu kekuasaan bisa merusak kebersamaan. Itu harus dihindari,” kata Wahyu Widayati, sutradara dan koreografer Sahita yang biasa disapa Inonk.
Pentas Sahita digelar untuk menyambut Hari Perempuan Sedunia 8 Maret serta Hari Kartini 21 April. Maklum, kelompok yang berdiri tahun 2001 itu memang lekat dengan perempuan. Dalam setiap pentas, bangunan cerita cenderung hanya jadi sampiran untuk menggali berbagai persoalan perempuan secara kritis-menghibur. Lakon ini pun merangkum fragmen-fragmen problem perempuan saat berhadapan dengan laki-laki.
Pada lakon kali ini, Sahita tampak hendak berubah. Mereka memasukkan wacana pemberdayaan perempuan sembari mengulik isu-isu politik aktual. Tutur kata Jawa dicampur bahasa Indonesia, juga menyelipkan puisi lirih Gunawan Maryanto. Sayang, pergeseran itu belum tergarap optimal sehingga sebagian bangunan pertunjukan malah mengendur.
Itu berbeda dengan lakon-lakon sebelumnya, katakanlah seperti ”Iber-iber Tledhek Barangan”, ”Srimpi Srimpet”, atau ”Pangkur Brujul”. Lakon-lakon lama itu memperlihatkan ekspresi penari-perempuan Jawa yang kampungan, urakan, segar, dan enteng mengutak-atik segala hal. Seluruh tontonan terajut cair lewat permainan bahasa Jawa yang asyik.
Membongkar
Dengan segala kekurangannya, Sahita–yang berarti ’kebersamaan’—tetap kukuh sebagai kelompok teater perempuan. Penampilannya masih identik dengan perlawanan terhadap dominasi laki-laki, termasuk citra kecantikan. Mereka menolak konvensi perempuan penari harus tampil cantik, seksi, dan molek. Itu terlihat dari usia mereka yang rata-rata di atas 40 tahun dengan bentuk tubuh yang mulai membesar.
”Kami ini ibu rumah tangga, wis elek lan tuwa (sudah jelek dan tua), kecuali Sri Lestari atau Cempluk yang baru 30-an,” ujar Inonk.
Pada pentas ”Gathik Glindhing”, kelompok ini juga menggunakan identitas orang desa dengan dandanan khas kelas bawah—kecuali Ira Kusumorasri, pemeran si Geyong Kanthil yang masih langsing dan ayu. Bagi mereka, patriarki adalah kekuatan dominasi atas dasar relasi kuasa yang tidak seimbang, entah antara laki-laki dan perempuan maupun antarperempuan, yang berbeda kelas dan usia.
Saat menari, mereka bebas bergoyang erotik ala ledek atau komikal seraya memelesetkan pakem tari gambyong-gleyongan, tayub, atau banyumasan. Bahasanya tak jarang vulgar, bahkan mengolok-olok simbol seksualitas—sesuatu yang mungkin berada di luar gambaran para pembela Undang-Undang Antipornografi.
Meski Inonk mengatakan Sahita hanya ingin ”membumikan tari Jawa”, jelas sekali kelompok ini telah membalik mitos perempuan yang lingkupnya cuma sumur, dapur, dan tempat tidur. Pentas mereka mencerminkan bangunan imajinasi alternatif stereotip jender.
Di panggung, menurut anggota Sahita, Sri Setyoasih, mereka menemukan ruang berekspresi atas dasar pengalaman perempuan. Dengan pengalaman teatrikal itu, mereka menciptakan ruang untuk merayakan kemungkinan-kemungkinan baru yang lebih berani dan jujur.
Senin, 16 Maret 2009
Kematian adik kecil ku
Sep 27th, 2008
padahal, dengan semangat tulus serta senyum mengembang aku menjemput mbak is malam itu untuk menjenguk adik kecil adli, sepanjang perjalanan yang ku lewati dengan mbak is kita lalui dengan senyum dan canda tawa.memang, 2hari ne aq dan mbak is sama2 sibuk, sehingga tidak sempat menjenguknya
hari ne aq dan mbak is sengaja menyempatkan diri.
ah sepanjang perjalanan aq membayang kan wajah si kecil, ah, aq mendesah tanpa sadar, kasihan nasib mu adli
tak terasa 10 menit perjalanan dari rumah mbak is yang di pinggiran kota menuju jantung kota skw
akhirnya kami sampai juga di sana
ku parkirkan motor kesayanganku di parkiran rumah sakit yang tidak terlalu ramai malam itu
kami berjalan menuju bangsal kelas tiga itu dengan sesekali bercanda
namun alangkah terkejutnya aku dan mbak is saat sampai di bangsal kelas tiga khusus anak2 itu
adli kecil tidak tampak di atas tempat tidurnya maupun di box incubator tempat ia 10 hari ini terbaring lemah tak berdaya,aq dan mbak is mencoba tenang , tapi tetap terfikir oleh kami ga mungkin adli su dah pulang ke rumah,ah segera saja perasaan bersalah mampir di benakku, andai saja aq tiap hari menjenguknya
aq lalu menelpon nomer yang pernah di pakai orang tuanya untuk menghubungi ponselku
suara di seberang sana menyuruhku untuk tabah dan tidak terkejut, ia mengatakan adli sudah di panggil oleh yang kuasa
aku terduduk seketika
mbak is tak bisa bersuara
kami kemudian berlari menuju ruang informasi bangsal
suster mengatakan sudah 2 hari si kecil meninggal
hari minggu
padahal
malam itu kami sempat mencium weajahnya yang keriput
ah adli, maafkan kakak ya?
aku menangis tersedu
tak ada kata2 yang keluar dari bibirku
dengan bergetar aq menyalahkan diri mbak is menenangkan ku
“kita sudah berusaha, tapi Allah sudah berkehendak jeng, ikhlaskan, kita memang sayang sama adli, tapi Allah lebih menyayanginya, ini lebih baik, akan lebih baik jeng,karna sekarang di surga ia tidak merasakan sakit lagi, tidak akan kesakitan lagi”
benar, allah maha kasih, maha penyayang, dia pasti tau apa yang terbaik buat adli,
handphone q berdering suara di seberang sana topan,. ”di mana?udah buka puasa?”
tioba2 saja tangisku pecah kembali
aku cuma bisa terdiam
ku matikan telp dan menonaktifkannya
dengan langkah gontai aku dan mbak is pulang, namun harus mampir ke tempat bang bani utk mengambil proposal
saat sedih begitu aku ingat Tm ingin sekali ku telfon dia dan mendengar suaranya untuk menentramkan hatiku, ingat kawan2 yg lain
ingat topan, ingat mamaku, ingat kakrusmeini, ingat kesakitan2 yang ku alami, ketakutan lagi
kalau ingat kematian, bukan karna takut akan mati lalu masuk neraka untuk ganjaran dosa yg ku perbuat
namun aku takut aku belum berbuat apa2 untuk mamaku, kakak tercintaku, ponakan terkasihku
aku sering melihat ayah akhir2 ini dalam mimpiku
dia tersenyum
tapi saat aku ingin memeluk dan mencium tangannya
dia menjauh
tanpa kata2
cuma sebuah senyum tersungging di bibirnya
padahal, dengan semangat tulus serta senyum mengembang aku menjemput mbak is malam itu untuk menjenguk adik kecil adli, sepanjang perjalanan yang ku lewati dengan mbak is kita lalui dengan senyum dan canda tawa.memang, 2hari ne aq dan mbak is sama2 sibuk, sehingga tidak sempat menjenguknya
hari ne aq dan mbak is sengaja menyempatkan diri.
ah sepanjang perjalanan aq membayang kan wajah si kecil, ah, aq mendesah tanpa sadar, kasihan nasib mu adli
tak terasa 10 menit perjalanan dari rumah mbak is yang di pinggiran kota menuju jantung kota skw
akhirnya kami sampai juga di sana
ku parkirkan motor kesayanganku di parkiran rumah sakit yang tidak terlalu ramai malam itu
kami berjalan menuju bangsal kelas tiga itu dengan sesekali bercanda
namun alangkah terkejutnya aku dan mbak is saat sampai di bangsal kelas tiga khusus anak2 itu
adli kecil tidak tampak di atas tempat tidurnya maupun di box incubator tempat ia 10 hari ini terbaring lemah tak berdaya,aq dan mbak is mencoba tenang , tapi tetap terfikir oleh kami ga mungkin adli su dah pulang ke rumah,ah segera saja perasaan bersalah mampir di benakku, andai saja aq tiap hari menjenguknya
aq lalu menelpon nomer yang pernah di pakai orang tuanya untuk menghubungi ponselku
suara di seberang sana menyuruhku untuk tabah dan tidak terkejut, ia mengatakan adli sudah di panggil oleh yang kuasa
aku terduduk seketika
mbak is tak bisa bersuara
kami kemudian berlari menuju ruang informasi bangsal
suster mengatakan sudah 2 hari si kecil meninggal
hari minggu
padahal
malam itu kami sempat mencium weajahnya yang keriput
ah adli, maafkan kakak ya?
aku menangis tersedu
tak ada kata2 yang keluar dari bibirku
dengan bergetar aq menyalahkan diri mbak is menenangkan ku
“kita sudah berusaha, tapi Allah sudah berkehendak jeng, ikhlaskan, kita memang sayang sama adli, tapi Allah lebih menyayanginya, ini lebih baik, akan lebih baik jeng,karna sekarang di surga ia tidak merasakan sakit lagi, tidak akan kesakitan lagi”
benar, allah maha kasih, maha penyayang, dia pasti tau apa yang terbaik buat adli,
handphone q berdering suara di seberang sana topan,. ”di mana?udah buka puasa?”
tioba2 saja tangisku pecah kembali
aku cuma bisa terdiam
ku matikan telp dan menonaktifkannya
dengan langkah gontai aku dan mbak is pulang, namun harus mampir ke tempat bang bani utk mengambil proposal
saat sedih begitu aku ingat Tm ingin sekali ku telfon dia dan mendengar suaranya untuk menentramkan hatiku, ingat kawan2 yg lain
ingat topan, ingat mamaku, ingat kakrusmeini, ingat kesakitan2 yang ku alami, ketakutan lagi
kalau ingat kematian, bukan karna takut akan mati lalu masuk neraka untuk ganjaran dosa yg ku perbuat
namun aku takut aku belum berbuat apa2 untuk mamaku, kakak tercintaku, ponakan terkasihku
aku sering melihat ayah akhir2 ini dalam mimpiku
dia tersenyum
tapi saat aku ingin memeluk dan mencium tangannya
dia menjauh
tanpa kata2
cuma sebuah senyum tersungging di bibirnya
Kisah cinta yang indah
Agu 2nd, 2008
KISAH CINTA KAKEK NENEK
Posted by Andreas on 2007-10-19 [ print artikel ini | beritahu teman | dilihat 1309 kali ]
Ada sepasang suami-istri yang berjualan nasi kuning di sebuah kompleks perumahan di Bandung. Umur mereka sudah tidak muda lagi. Sang suami mungkin sudah berumur lebih dari 70, sedangkan istrinya sekitar 60-an. Di sekitar mereka ada beberapa gerobak lain yang juga menjual makanan untuk sarapan pagi. Tapi dari semuanya, hanya gerobak mereka yang paling sepi.
Setiap pagi, dalam perjalanan menuju ke kantor, saya selalu melewati gerobak mereka yang selalu sepi. Gerobak itu tidak ada yang istimewa. Cukup sederhana. Jualannya pun standar.
Setiap pagi pula, sepasang suami-istri itu duduk menjaga gerobak mereka dalam posisi yang selalu sama. Sang suami duduk di luar gerobak, sementara istrinya di sampingnya. Kalau ada pembeli, sang suami dengan susah payah berdiri dari kursi (kadang dipapah istrinya) dan dengan ramah menyapa pembeli. Jika sang pembeli ingin makan di tempat, sang suami merapikan tempat duduk, sementara istrinya menyiapkan nasi kuning dan menyodorkan piring itu pada suaminya untuk diberikan pada sang pelanggan. Kalau sang pembeli ingin nasi kuning itu dibungkus, sang istri menyiapkan nasi kuning di kertas pembungkus, dan menyerahkan nasi bungkusan itu pada suaminya untuk diserahkan pada sang pelanggan.
Saat sedang sepi pelanggan, pasangan suami-istri itu duduk diam. Sesekali jika istrinya agak terkantuk-kantuk, suaminya mengurut punggung istrinya. Atau jika suaminya berkeringat, sang istri dengan sigap mengambil sapu tangan dan mengelap keringat suaminya.
Kalau mau jujur, nasi kuning mereka tidak terlalu spesial. Sangat standar. Tapi, kalau saya mencari sarapan pagi, saya selalu membeli masi kuning di tempat mereka. Bukan spesial-tidaknya. Tapi lebih karena cinta mereka yang membuat saya tergerak untuk selalu mampir.
Dalam kesederhanaan, kala susah dan sedih karena tidak ada pelanggan, mereka tetap bersama. Sang suami tidak pernah memarahi istrinya yang tidak becus masak. Sang istri pun tidak pernah marah karena gerakan suaminya yang begitu lamban dalam melayani pelanggan. Dia bahkan memberi kesempatan suaminya untuk melayani pelanggan.
Mereka selalu bersama, dan saling mendukung, bahkan di saat susah sekali pun.
Hingga hari ini, sudah 10 tahun saya lewati tempat itu, mereka masih tetap di tempat yang sama, menjual nasi kuning, dan selalu bersikap sama. Penuh kesederhanaan. Penuh kasih sayang. Dan saling menguatkan di saat susah.
Jika Anda berkunjung ke Bandung, Anda bisa mampir ke jalan raya komplek Taman Cibaduyut Indah. Tidak susah mencari gerobak mereka yang sederhana. Carilah gerobak yang paling sepi pelanggan. Mereka berjualan sejak pukul 07.00 hingga siang hari (mungkin sekitar 11.00, karena saya pernah ke kantor jam 11.00, mereka sudah tidak ada). Jujur, nasi kuning mereka sangat standar & tidak selengkap gerobak nasi kuning lain di sekeliling mereka. Namun, cinta kasih mereka membuat makanan yang sederhana itu terasa begitu nikmat. Cinta kasih yang begitu tulus, sederhana, apa adanya. Bahkan dalam kesusahan sekalipun, mereka tetap saling menguatkan.
Sebuah kisah cinta yang luar biasa.
saat aq membaca cerita ini,aq tiba2 saja tak bisa menahan haru aq tak bisa menahan buliran air mata yang tiba2 saja jatuh,
begitu luar biasanya cinta kakek nenek itu,cinta seperti itulah yang aku inginkan,yang sangat2 aku inginkan,
cinta yang tanpa engeluh,cinta yang tanpa memandang apa itu kekurangan,cinta yang tanpa memandang perbedaan.
cinta yang bisa saling memberi dan menerima,cinta yang bisa saling menghargai,cinta yang bisa saling mengisi,saling menutupi.
KISAH CINTA KAKEK NENEK
Posted by Andreas on 2007-10-19 [ print artikel ini | beritahu teman | dilihat 1309 kali ]
Ada sepasang suami-istri yang berjualan nasi kuning di sebuah kompleks perumahan di Bandung. Umur mereka sudah tidak muda lagi. Sang suami mungkin sudah berumur lebih dari 70, sedangkan istrinya sekitar 60-an. Di sekitar mereka ada beberapa gerobak lain yang juga menjual makanan untuk sarapan pagi. Tapi dari semuanya, hanya gerobak mereka yang paling sepi.
Setiap pagi, dalam perjalanan menuju ke kantor, saya selalu melewati gerobak mereka yang selalu sepi. Gerobak itu tidak ada yang istimewa. Cukup sederhana. Jualannya pun standar.
Setiap pagi pula, sepasang suami-istri itu duduk menjaga gerobak mereka dalam posisi yang selalu sama. Sang suami duduk di luar gerobak, sementara istrinya di sampingnya. Kalau ada pembeli, sang suami dengan susah payah berdiri dari kursi (kadang dipapah istrinya) dan dengan ramah menyapa pembeli. Jika sang pembeli ingin makan di tempat, sang suami merapikan tempat duduk, sementara istrinya menyiapkan nasi kuning dan menyodorkan piring itu pada suaminya untuk diberikan pada sang pelanggan. Kalau sang pembeli ingin nasi kuning itu dibungkus, sang istri menyiapkan nasi kuning di kertas pembungkus, dan menyerahkan nasi bungkusan itu pada suaminya untuk diserahkan pada sang pelanggan.
Saat sedang sepi pelanggan, pasangan suami-istri itu duduk diam. Sesekali jika istrinya agak terkantuk-kantuk, suaminya mengurut punggung istrinya. Atau jika suaminya berkeringat, sang istri dengan sigap mengambil sapu tangan dan mengelap keringat suaminya.
Kalau mau jujur, nasi kuning mereka tidak terlalu spesial. Sangat standar. Tapi, kalau saya mencari sarapan pagi, saya selalu membeli masi kuning di tempat mereka. Bukan spesial-tidaknya. Tapi lebih karena cinta mereka yang membuat saya tergerak untuk selalu mampir.
Dalam kesederhanaan, kala susah dan sedih karena tidak ada pelanggan, mereka tetap bersama. Sang suami tidak pernah memarahi istrinya yang tidak becus masak. Sang istri pun tidak pernah marah karena gerakan suaminya yang begitu lamban dalam melayani pelanggan. Dia bahkan memberi kesempatan suaminya untuk melayani pelanggan.
Mereka selalu bersama, dan saling mendukung, bahkan di saat susah sekali pun.
Hingga hari ini, sudah 10 tahun saya lewati tempat itu, mereka masih tetap di tempat yang sama, menjual nasi kuning, dan selalu bersikap sama. Penuh kesederhanaan. Penuh kasih sayang. Dan saling menguatkan di saat susah.
Jika Anda berkunjung ke Bandung, Anda bisa mampir ke jalan raya komplek Taman Cibaduyut Indah. Tidak susah mencari gerobak mereka yang sederhana. Carilah gerobak yang paling sepi pelanggan. Mereka berjualan sejak pukul 07.00 hingga siang hari (mungkin sekitar 11.00, karena saya pernah ke kantor jam 11.00, mereka sudah tidak ada). Jujur, nasi kuning mereka sangat standar & tidak selengkap gerobak nasi kuning lain di sekeliling mereka. Namun, cinta kasih mereka membuat makanan yang sederhana itu terasa begitu nikmat. Cinta kasih yang begitu tulus, sederhana, apa adanya. Bahkan dalam kesusahan sekalipun, mereka tetap saling menguatkan.
Sebuah kisah cinta yang luar biasa.
saat aq membaca cerita ini,aq tiba2 saja tak bisa menahan haru aq tak bisa menahan buliran air mata yang tiba2 saja jatuh,
begitu luar biasanya cinta kakek nenek itu,cinta seperti itulah yang aku inginkan,yang sangat2 aku inginkan,
cinta yang tanpa engeluh,cinta yang tanpa memandang apa itu kekurangan,cinta yang tanpa memandang perbedaan.
cinta yang bisa saling memberi dan menerima,cinta yang bisa saling menghargai,cinta yang bisa saling mengisi,saling menutupi.
Live
Jun 19th, 2007
bagaimana rasanya jika kau mengetahui kalau orang yang kau cinta sampai ke tulang2 sumsum ternyata positive HIV?bagaimana rasanya?
dunia bagai runtuh kah,kejamkah dunia atau bagaimana?
punya masa depan kah nantinya?
jawab dengan hati nuranimu
apa kau akan tetap bersamanya atau akan pergi begitu saja meninggalkan nya?
bagaimana rasanya jika kau mengetahui kalau orang yang kau cinta sampai ke tulang2 sumsum ternyata positive HIV?bagaimana rasanya?
dunia bagai runtuh kah,kejamkah dunia atau bagaimana?
punya masa depan kah nantinya?
jawab dengan hati nuranimu
apa kau akan tetap bersamanya atau akan pergi begitu saja meninggalkan nya?
On my mind
Jan 18th, 2007
Masa lalu, semua orang pasti memilikinya. setiap orang punya segelintir memori pahit dari hari kemarin. misalnya ketika kita tau orang yang kita cintai, dan telah merebut setiap inci apa yang telah kita punyai, ternyata tidak berarti untuk jadi milik kita. atau mungkin pula suatu hari kita merasa tak tau harus melakukan apa dan seakan kita di paksa untuk melakukan dan membuat keputusan yang sulit.
hidup akan terus bergerak. tapi menurut ku sebuah perubahan tidak bisa di paksa. segala sesuatunya ada waktunya, kalau memang belum waktunya ,mau usaha sekuat apapun pasti tidak akan pernah berhasil.
pelan2 aq merasa hidup makin aneh. yang benar hanya tinggal prosedur, dan yang salah menjadi teramat benar. dan aq berkata pada diri sendiri aq butuh perubahan pada hidup ku.bagai mana mau hidup normal??????
jika di sekitar orang2 bertingkah abnormal??????
aq sendiri sudah abnormal.
aq akui, belum begitu matang untuk memilki pendirian yang tangguh, agar tidak terjerumus dan terjebak ke dalam situasi2 yang penuh godaan , apalagi jika bersama mr. narsis.
aq kurang bijak sana menghadapi hidup ini. apakah perubahan itu penting???????
apakah memang ada sesuatu dari kita yang harus di ubah???????????
bicara soal perubahan pasti tidak akan pernah ada akhirnya.
sebab pada dasarnya human is never enough
tapi kalau berubah terus menerus hidup juga tidak akan pernah nyaman. padahal kita hidup suatu saat dari waktu mana pununtuk sebuah kenyamanan.
"the most important things is love"
punya karier yang bagus, deposito di atas 6 digit, mobil harga milyaran, rumah gede bertingkat 3, taka akan ada artinya kalau kita tidak merasakan cinta. mungkin kita bisa munafik pada diri sendiri, dan ketika hal itu terjadi kita pasti merasakan perasaan sakit yang teramat luar biasa.
namun, cinta juga bisa buat hidup berantakan.
untuk itu, cintai diri sendiri dulu sebelum mencintai orang lain. (itu yang sekarang ku ucapkan pada diriku sebagai sabda keteguhan hati)
banyak di antara kita yang suka pura2. itu tidak menjadi problem sejauh kita tidak menjadi seorang penipu.
aq rasa itu jauh lebih baik dari pada kita juga tidak pernah menjadi seorang yang berpura2 dalam hidup.
(my dedicated for all friend in this my life)
Masa lalu, semua orang pasti memilikinya. setiap orang punya segelintir memori pahit dari hari kemarin. misalnya ketika kita tau orang yang kita cintai, dan telah merebut setiap inci apa yang telah kita punyai, ternyata tidak berarti untuk jadi milik kita. atau mungkin pula suatu hari kita merasa tak tau harus melakukan apa dan seakan kita di paksa untuk melakukan dan membuat keputusan yang sulit.
hidup akan terus bergerak. tapi menurut ku sebuah perubahan tidak bisa di paksa. segala sesuatunya ada waktunya, kalau memang belum waktunya ,mau usaha sekuat apapun pasti tidak akan pernah berhasil.
pelan2 aq merasa hidup makin aneh. yang benar hanya tinggal prosedur, dan yang salah menjadi teramat benar. dan aq berkata pada diri sendiri aq butuh perubahan pada hidup ku.bagai mana mau hidup normal??????
jika di sekitar orang2 bertingkah abnormal??????
aq sendiri sudah abnormal.
aq akui, belum begitu matang untuk memilki pendirian yang tangguh, agar tidak terjerumus dan terjebak ke dalam situasi2 yang penuh godaan , apalagi jika bersama mr. narsis.
aq kurang bijak sana menghadapi hidup ini. apakah perubahan itu penting???????
apakah memang ada sesuatu dari kita yang harus di ubah???????????
bicara soal perubahan pasti tidak akan pernah ada akhirnya.
sebab pada dasarnya human is never enough
tapi kalau berubah terus menerus hidup juga tidak akan pernah nyaman. padahal kita hidup suatu saat dari waktu mana pununtuk sebuah kenyamanan.
"the most important things is love"
punya karier yang bagus, deposito di atas 6 digit, mobil harga milyaran, rumah gede bertingkat 3, taka akan ada artinya kalau kita tidak merasakan cinta. mungkin kita bisa munafik pada diri sendiri, dan ketika hal itu terjadi kita pasti merasakan perasaan sakit yang teramat luar biasa.
namun, cinta juga bisa buat hidup berantakan.
untuk itu, cintai diri sendiri dulu sebelum mencintai orang lain. (itu yang sekarang ku ucapkan pada diriku sebagai sabda keteguhan hati)
banyak di antara kita yang suka pura2. itu tidak menjadi problem sejauh kita tidak menjadi seorang penipu.
aq rasa itu jauh lebih baik dari pada kita juga tidak pernah menjadi seorang yang berpura2 dalam hidup.
(my dedicated for all friend in this my life)
Hari ini aq sedih
Des 20th, 2006
hari ini aq sedih
ponakan ku meninggal sebelum melihat dunia
ia meninggal dengan wajah yg amat damai
yah pasti dia akan masuk surga dengan di songsong tujuh bidadari cantik yang siap mengantarnya ke surga
tapi
aq sedih
karna dy begitu mungil,cantik,lucu dan ahhhhhhhh
aq tiba2 ingin mennagis kalau ingat dia
ponakan yang ga berumur
sehari atau bahkan setahun,
tapi yah
mungkin memang belum waktunya
pasti dia amat bahagia di surga sana
semoga
tapi aq tau itu pasti
hari ini aq sedih
ponakan ku meninggal sebelum melihat dunia
ia meninggal dengan wajah yg amat damai
yah pasti dia akan masuk surga dengan di songsong tujuh bidadari cantik yang siap mengantarnya ke surga
tapi
aq sedih
karna dy begitu mungil,cantik,lucu dan ahhhhhhhh
aq tiba2 ingin mennagis kalau ingat dia
ponakan yang ga berumur
sehari atau bahkan setahun,
tapi yah
mungkin memang belum waktunya
pasti dia amat bahagia di surga sana
semoga
tapi aq tau itu pasti
Hari Yang Melelahkan
Nop 12th, 2006
ultah pemkot selama 4 hari
mesti liputan and on air dari sore ampe tengah malam
sambil ujian
trus langsung di susul ama konser RIF pada hari k 5
stress
baru bs makan dengan lahap hari ini
baru bs tidur dengan sukses malam ini
pasti
masalahnya aq plg siaran jam 10
langsung tidur dan besok k masuk kul jam 10 pagi
wwawwwwwwwwwwww
tapi seneng bgt coz udah bs foto n ngobrol b areng ama jikun rif
aq kan ngefans bgt ama dy
maen gitarnya itu lho
aduhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
mana aq dapet ilmu yang banyak bgt d sn
walau sempet bete nungguin rif buat wawancra selama ampir 4 jam
bteeeeeeeeee bgt sempet
tapi yah profesi bow kata seorang temen harus di jalananin dengan seksama
oke bro
makaci ya udah kasi saran yang bremanfaat
aduh ternyata jadi penyiar itu melelahkan tapiiiiiiiiiiiiiiiiii
asyik bgt
asyik bgtr
ultah pemkot selama 4 hari
mesti liputan and on air dari sore ampe tengah malam
sambil ujian
trus langsung di susul ama konser RIF pada hari k 5
stress
baru bs makan dengan lahap hari ini
baru bs tidur dengan sukses malam ini
pasti
masalahnya aq plg siaran jam 10
langsung tidur dan besok k masuk kul jam 10 pagi
wwawwwwwwwwwwww
tapi seneng bgt coz udah bs foto n ngobrol b areng ama jikun rif
aq kan ngefans bgt ama dy
maen gitarnya itu lho
aduhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
mana aq dapet ilmu yang banyak bgt d sn
walau sempet bete nungguin rif buat wawancra selama ampir 4 jam
bteeeeeeeeee bgt sempet
tapi yah profesi bow kata seorang temen harus di jalananin dengan seksama
oke bro
makaci ya udah kasi saran yang bremanfaat
aduh ternyata jadi penyiar itu melelahkan tapiiiiiiiiiiiiiiiiii
asyik bgt
asyik bgtr
Senyum
Agu 17th, 2006
Senyum itu anugrah
senyum itu bs membuat orang yang melihatnya juga ikut tersenyum
maka
aq senang melakukan itu
pada suatu hari
sewaktu plng kuliah aq melewati jalan yang setiap hari aq lewati
dan tersenyum saat melihat segerombolan anak kecil bermain balon
aq jadi ingat akan masa kanak2ku
aq senang sekali memainkan balon di taman kota dekat rumah ku
ternyata di saat aq sedang tersenyum dan mengenang kejadian masa lalu
ada seorang kakek tua yang memperhatikan aq lalu berkata
nak
saat kau tersenyum seakan matahari juga ikut tersenyum
maka tersenyum lah terus
maka kamu akan merasa kan juga kebahagian yg terus menerus
Senyum itu anugrah
senyum itu bs membuat orang yang melihatnya juga ikut tersenyum
maka
aq senang melakukan itu
pada suatu hari
sewaktu plng kuliah aq melewati jalan yang setiap hari aq lewati
dan tersenyum saat melihat segerombolan anak kecil bermain balon
aq jadi ingat akan masa kanak2ku
aq senang sekali memainkan balon di taman kota dekat rumah ku
ternyata di saat aq sedang tersenyum dan mengenang kejadian masa lalu
ada seorang kakek tua yang memperhatikan aq lalu berkata
nak
saat kau tersenyum seakan matahari juga ikut tersenyum
maka tersenyum lah terus
maka kamu akan merasa kan juga kebahagian yg terus menerus
Bening Hati
Agu 14th, 2006
Ada seorang wanita separuh baya bertubuh gemuk
menjual dagangannya
dengan cara mengelar tikar di depan sebuah pabrik
ia berjualan nasi udug dan gado2 dengan harga yg amat murah
kankah ibu berdagang untuk mendapatkan untung?
"yah asal bs dapet makan dan numpang tidur di rumah kontrakan yg kecil saja saya sudah bahagia"
"kenapa ga naikin harga sedikiiit aj bu"
"kan bs???"
"memang tapi kasian para kuli itu"
tunjuknya,
"mereka juga cm mendapat upah yg ga seberapa kasian merekadengan begini mungkin saya bs meringankan sedikit beban hidup mereka"
lalu dy bertanya padaku
"neng,kok sudi beli nasi uduk saya, kan eneng kalo saya liat pakaian rapi, geulis pisan, bener neng saya suka liat eneng yg tiap hari ga segan2 beli jualan saya"
"ah ibu"
kataku dengan terbata
"saya biasa2 aja kok bu,saya ini gendut ga cantik item lagi"
kataku dengan raut wajah malu
"neng kecantikan itu ga di nilai dengan fisik saja tapi di lihat dari hati eneng teh bek bgt, saya liat neng seneng bantuin anak2 kecil menyeberang jalan, neng tuh cantik hati buktinya eneng mau beli jualan saya."
"lagian kemaren kata si parman, neng ngasi dy makanan ya kemaren.neng bersyukurlah karna telah di beri kecantikan hati dan fisik yang seimbang"
aq bener2 terharu mendengar kata2 wanita itu
aq teramat malu
bener2 malu
Ada seorang wanita separuh baya bertubuh gemuk
menjual dagangannya
dengan cara mengelar tikar di depan sebuah pabrik
ia berjualan nasi udug dan gado2 dengan harga yg amat murah
kankah ibu berdagang untuk mendapatkan untung?
"yah asal bs dapet makan dan numpang tidur di rumah kontrakan yg kecil saja saya sudah bahagia"
"kenapa ga naikin harga sedikiiit aj bu"
"kan bs???"
"memang tapi kasian para kuli itu"
tunjuknya,
"mereka juga cm mendapat upah yg ga seberapa kasian merekadengan begini mungkin saya bs meringankan sedikit beban hidup mereka"
lalu dy bertanya padaku
"neng,kok sudi beli nasi uduk saya, kan eneng kalo saya liat pakaian rapi, geulis pisan, bener neng saya suka liat eneng yg tiap hari ga segan2 beli jualan saya"
"ah ibu"
kataku dengan terbata
"saya biasa2 aja kok bu,saya ini gendut ga cantik item lagi"
kataku dengan raut wajah malu
"neng kecantikan itu ga di nilai dengan fisik saja tapi di lihat dari hati eneng teh bek bgt, saya liat neng seneng bantuin anak2 kecil menyeberang jalan, neng tuh cantik hati buktinya eneng mau beli jualan saya."
"lagian kemaren kata si parman, neng ngasi dy makanan ya kemaren.neng bersyukurlah karna telah di beri kecantikan hati dan fisik yang seimbang"
aq bener2 terharu mendengar kata2 wanita itu
aq teramat malu
bener2 malu
Jumat, 13 Maret 2009
My Diary
Feb 26th, 2006
aq bergetar ketika kau membawaku ke jalanan.aq meyaksikan kakiku telah menjadi milik seseorang,seseorang yang pikirannya tidak kacau,seseorang yg yakin akan arah langkahnya
hatiku menyanyi,karena hatiku tahu ke mana perjalanannya itu,kita berjalan ke samudra.sambil bergandengan tangan,membakar jalan2 ke puncak gunung dan lembah ngarai
aq telah tahu kejatuhanku,walau itu tersembunyi dalam diriku
ada kengerian dan kegilaan dalam pandangan yg secepat kilat dari tepi jurang,tapi pada bagian lain diriku meraasakan hembusan angin dari bawah,sehingga menyejukkan wajahku dan membelaiu-belai rambutku,sekarang untuk pertama kalinya aq berani melongok ke dalam tebing itu
aq menoleh utk melihat orang2 yg ada di sekitarku,aq melihat ketidaksukaan dan kegeraman orang2 yg menggapai panggilan samuddera
kau telah membawaku ke tebing jurang ini.dan kini kau mengajakku menempuh langkah berikutnya.langkah itu satu2nya langkah yg dapat aq lakukan.langkah yg dpt membawaku pada langkah2 yg mungkin langkah seumur hidup
aq melangkah maju,hampir pasti berarti kematian atau kegilaan .itu jg berarti mengubah segalanya serta milikku yg sangat berharga.seluruh hidupku tidak aad artinya lagi.lebur dlm satu saat ini.yakni saat seluruh mahluk di dunia menunggu takdirnya
aq tidak bisa terus.tapi kata2 ku menjadi parau,sehingga nyeri tak terdengar ,kakiku sekujur tubuhku bergerak ketepi jurang,hatiku menangis minta di lepaskan.aq melihat diriku ,tubuhku sudah tidak llagi di bawah kontrol diriku.ada tangan yg menyentuh bagian tengah punggungku dan aq merasa aluynan gelombang kebahagiaan yg dahsyat berada di samping orang yg memegangnya.bahkan sebelum aq tau dia telah berlalu.aku jatuh
aq belum pernah mengalami yg seperti ini,bahkan dlm percintaan pada manusia belum pernah ku merasakan kemabukan yg sdemikian rupa.kini kepedihan telah berubah menjadi kebahagiaan dan kebahagiaan menjadi penderitaan,aq telah terbakar,hangus,dan muncul seseorang yg baru,mahluk tanpa nama
tanpa wajah
di balik cahaya mempesona
(By : Jalaludin Rumi)
aq bergetar ketika kau membawaku ke jalanan.aq meyaksikan kakiku telah menjadi milik seseorang,seseorang yang pikirannya tidak kacau,seseorang yg yakin akan arah langkahnya
hatiku menyanyi,karena hatiku tahu ke mana perjalanannya itu,kita berjalan ke samudra.sambil bergandengan tangan,membakar jalan2 ke puncak gunung dan lembah ngarai
aq telah tahu kejatuhanku,walau itu tersembunyi dalam diriku
ada kengerian dan kegilaan dalam pandangan yg secepat kilat dari tepi jurang,tapi pada bagian lain diriku meraasakan hembusan angin dari bawah,sehingga menyejukkan wajahku dan membelaiu-belai rambutku,sekarang untuk pertama kalinya aq berani melongok ke dalam tebing itu
aq menoleh utk melihat orang2 yg ada di sekitarku,aq melihat ketidaksukaan dan kegeraman orang2 yg menggapai panggilan samuddera
kau telah membawaku ke tebing jurang ini.dan kini kau mengajakku menempuh langkah berikutnya.langkah itu satu2nya langkah yg dapat aq lakukan.langkah yg dpt membawaku pada langkah2 yg mungkin langkah seumur hidup
aq melangkah maju,hampir pasti berarti kematian atau kegilaan .itu jg berarti mengubah segalanya serta milikku yg sangat berharga.seluruh hidupku tidak aad artinya lagi.lebur dlm satu saat ini.yakni saat seluruh mahluk di dunia menunggu takdirnya
aq tidak bisa terus.tapi kata2 ku menjadi parau,sehingga nyeri tak terdengar ,kakiku sekujur tubuhku bergerak ketepi jurang,hatiku menangis minta di lepaskan.aq melihat diriku ,tubuhku sudah tidak llagi di bawah kontrol diriku.ada tangan yg menyentuh bagian tengah punggungku dan aq merasa aluynan gelombang kebahagiaan yg dahsyat berada di samping orang yg memegangnya.bahkan sebelum aq tau dia telah berlalu.aku jatuh
aq belum pernah mengalami yg seperti ini,bahkan dlm percintaan pada manusia belum pernah ku merasakan kemabukan yg sdemikian rupa.kini kepedihan telah berubah menjadi kebahagiaan dan kebahagiaan menjadi penderitaan,aq telah terbakar,hangus,dan muncul seseorang yg baru,mahluk tanpa nama
tanpa wajah
di balik cahaya mempesona
(By : Jalaludin Rumi)
Senin, 09 Maret 2009
CHANGE
Selasa, 2008 November 11
CHANGE
we must change
huahuahauahau kalo aq pikir2 ne kata2 mirip slogannya barack obama ne,tapi mau bagaimana lagi,slogan ne juga punya aq.kenapa??karena mulai hari ne aq pengen melakukan sebuah perubahan,yah walaupun cm perubahan yang kecil tapi mungkin cukup berarti buat q,sahabat2 q,pacar q(ada yua????),keluargaku,KITA.........................
kita???? ya,kita,kenpa mesti kita? kenapa ku bilang mesti kita?
karena kamu juga bagian dari hidup aku
setelah pesta kecil2an yang di buat sahabat2 ku (3sna,eka,adhe,morti) aq jadi sadar "ah aq tak sendirian." betapa tidak,mereka menelphon dengan galak (walo kejutannya udah basi bgt) aq datang dengan wajah sumringah dan langsung meminta jatah kado (kata 3sna,wah lu jayus bgt)
hehheheh,yaaaaaaaaaaaaa mulai saat itu sahabat2 aq ne minta aq berubah
"you must be change" udah 25 taun bo' mau ampe kapan lu suka pake serba "Pink"
hehehhehe
aq juga sadar lah sebgai manusia segala sesuatu itu tidak bisa kita lakukan dengan segera,dengan sekejap,seperti kita membalikkan telapak tangan
aq juga ingin melakukan sesuatu yang tampak dewasa sehingga orang2 terdekatku tidak lagi menganggap ku sebagai anak kecil terutama kakakku sampe sekarang dia masih menganggap aq adik kecilnya yg dulu dia temanin tidur atau menyuapi ku makan
aq selalu protes pada nya "kak aku udah 25 taun,betapa tersiksanya aku di perlakukan begini",maka dia akan berkata "kalo mau ga dianggap anak kecil lagi ya berlakulah sebagai orang dewasa"
yaaaaaaaaaaaaaaaa
i must be CHANGE
CHANGE
we must change
huahuahauahau kalo aq pikir2 ne kata2 mirip slogannya barack obama ne,tapi mau bagaimana lagi,slogan ne juga punya aq.kenapa??karena mulai hari ne aq pengen melakukan sebuah perubahan,yah walaupun cm perubahan yang kecil tapi mungkin cukup berarti buat q,sahabat2 q,pacar q(ada yua????),keluargaku,KITA.........................
kita???? ya,kita,kenpa mesti kita? kenapa ku bilang mesti kita?
karena kamu juga bagian dari hidup aku
setelah pesta kecil2an yang di buat sahabat2 ku (3sna,eka,adhe,morti) aq jadi sadar "ah aq tak sendirian." betapa tidak,mereka menelphon dengan galak (walo kejutannya udah basi bgt) aq datang dengan wajah sumringah dan langsung meminta jatah kado (kata 3sna,wah lu jayus bgt)
hehheheh,yaaaaaaaaaaaaa mulai saat itu sahabat2 aq ne minta aq berubah
"you must be change" udah 25 taun bo' mau ampe kapan lu suka pake serba "Pink"
hehehhehe
aq juga sadar lah sebgai manusia segala sesuatu itu tidak bisa kita lakukan dengan segera,dengan sekejap,seperti kita membalikkan telapak tangan
aq juga ingin melakukan sesuatu yang tampak dewasa sehingga orang2 terdekatku tidak lagi menganggap ku sebagai anak kecil terutama kakakku sampe sekarang dia masih menganggap aq adik kecilnya yg dulu dia temanin tidur atau menyuapi ku makan
aq selalu protes pada nya "kak aku udah 25 taun,betapa tersiksanya aku di perlakukan begini",maka dia akan berkata "kalo mau ga dianggap anak kecil lagi ya berlakulah sebagai orang dewasa"
yaaaaaaaaaaaaaaaa
i must be CHANGE
BENSIN TURUN KOK MALAH NGATRIIII
Selasa, 2008 Desember 02
BENSIN TURUN KOK MALAH NGANTRIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII
WAH2 HErannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn tenan,bensin turun kok malah ngantri?,ah emang udah ga bener ne negri ini
hah, bensin naek ngantri,
bensin turun ehhhhhhhhhhhhhhhhhhhh malah antrian panjuannnnnnnnnnnnnnnnnngggggggggggggggggg gt.................
aduh,masa cm demi seliter dua liter ngantri?beda cm 5 ratus rupiah ama di kios bensin
berjam-jam ngantri????????????
wah sahabat ku bilang ne tadi malam,
biaya ngantri itu lebih mahallllllllllllllllll daripada bensinnya
gmn ga??????????????/
gara2 ngantri kan jadi telat ketemu klien,jadi telat ke sini,jadi telat ke sana
mending isi di kios
tepat waktu
pas ketemu klien kita jadi lebih percaya diri karena ga telat
fikiran tenang
ga ngos2an waktu mau presentasi
kalo yg bermobil mah lain bung.......................................
ga ngos2an dorong
tapi yang bermotor,kan kalo ngantri mesti dorong motorrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr
hehheheheheh
kalo serba tenang rejeki juga tenang ngalirnya kan????????????????
wah yang mengherankan
orang mikirrrrrrrrrrrrr aja ngeluarin duit yang kalo di itung2 cm beda dikit perliternya
kalo isi full mah beda
mending ngantri
tapi pas ga jam sibuk2 nya kita
jadi ga terkejar waktu buat urus ini itu
ga akan terjadi kecelakaan krn kita ga buru2 and kebutan di jalan
tul ga????????????
tapi ini
aku lihat
ga bensin naek
ga bensin turun
ngantriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
eh udah gt
banyak kecelakaan lagi
waduh
mau jadi apa to negri kita
BENSIN TURUN KOK MALAH NGANTRIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII
WAH2 HErannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn tenan,bensin turun kok malah ngantri?,ah emang udah ga bener ne negri ini
hah, bensin naek ngantri,
bensin turun ehhhhhhhhhhhhhhhhhhhh malah antrian panjuannnnnnnnnnnnnnnnnngggggggggggggggggg gt.................
aduh,masa cm demi seliter dua liter ngantri?beda cm 5 ratus rupiah ama di kios bensin
berjam-jam ngantri????????????
wah sahabat ku bilang ne tadi malam,
biaya ngantri itu lebih mahallllllllllllllllll daripada bensinnya
gmn ga??????????????/
gara2 ngantri kan jadi telat ketemu klien,jadi telat ke sini,jadi telat ke sana
mending isi di kios
tepat waktu
pas ketemu klien kita jadi lebih percaya diri karena ga telat
fikiran tenang
ga ngos2an waktu mau presentasi
kalo yg bermobil mah lain bung.......................................
ga ngos2an dorong
tapi yang bermotor,kan kalo ngantri mesti dorong motorrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr
hehheheheheh
kalo serba tenang rejeki juga tenang ngalirnya kan????????????????
wah yang mengherankan
orang mikirrrrrrrrrrrrr aja ngeluarin duit yang kalo di itung2 cm beda dikit perliternya
kalo isi full mah beda
mending ngantri
tapi pas ga jam sibuk2 nya kita
jadi ga terkejar waktu buat urus ini itu
ga akan terjadi kecelakaan krn kita ga buru2 and kebutan di jalan
tul ga????????????
tapi ini
aku lihat
ga bensin naek
ga bensin turun
ngantriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
eh udah gt
banyak kecelakaan lagi
waduh
mau jadi apa to negri kita
Langganan:
Postingan (Atom)